Untuk membuat buku coffee table dari foto Anda sendiri, pilih satu cerita, ambil 60 hingga 120 foto terbaik Anda, pilih format hardcover atau layflat berukuran besar dengan kertas foto tebal, dan beri setiap halaman ruang yang lega. Sisa panduan ini akan memandu Anda di setiap langkah, dari ide pertama hingga buku jadi di meja Anda.
Belanja buku foto coffee table
- Buku foto layflat: halaman terbuka rata sepenuhnya, sehingga foto bisa terbentang di kedua halaman.
- Buku foto hardcover: sampul kokoh yang tahan dibuka dan dipegang berulang kali.
- Semua gaya buku foto: bandingkan ukuran, penjilidan, dan sampul premium.
Langsung ke: Pilih cerita Anda · Tentukan untuk siapa buku ini · Pilih foto Anda · Pilih ukuran · Pilih penjilidan dan kertas · Desain halaman · Tambahkan teks · Periksa dan pesan · Ide · Kesalahan yang perlu dihindari · Tanya Jawab
Cara membuat buku coffee table dalam 8 langkah
Langkah 1: Pilih cerita Anda lebih dulu
Kebanyakan panduan dimulai dari tata letak halaman. Mulailah dari ceritanya. Buku coffee table akan berhasil jika setiap halaman berpadu dalam satu gagasan, sehingga orang yang belum pernah melihatnya bisa membolak-balik dan memahaminya dalam satu menit.
Contoh kisah yang cocok untuk buku coffee table:
- Satu perjalanan besar: road trip, bulan madu, sebulan backpacking
- Satu tahun dalam hidup Anda, diceritakan musim demi musim
- Rumah Anda: renovasi, taman, pemandangan dari balkon
- Pernikahan Anda, dengan gaya yang lebih mirip majalah daripada album
- Hobi yang Anda abadikan: makanan, selancar, fotografi jalanan, anjing kesayangan Anda
- Kisah keluarga Anda, dari foto kakek-nenek hingga masa kini
Jika Anda tidak bisa merangkum buku Anda dalam satu kalimat (“setahun kami di Jepang”, “sepuluh tahun makan siang hari Minggu”), persempit lagi temanya. Perjalanan adalah pilihan klasik: telusuri buku foto dan hadiah perjalanan untuk mendapatkan ide.
![]() Satu perjalanan besar |
![]() Pernikahan Anda |
Langkah 2: Tentukan untuk siapa buku ini
Buku untuk ruang keluarga Anda sendiri boleh bernuansa syahdu dan personal. Buku untuk tamu harus mudah dipahami tanpa perlu Anda jelaskan. Hadiah sebaiknya tentang orang yang menerimanya, bukan hanya foto yang paling Anda sukai.
Tanyakan pada diri Anda tiga hal: siapa yang akan membukanya, apa yang sebaiknya mereka rasakan saat menutupnya, dan di mana buku ini akan disimpan? Jawabannya akan menentukan semua hal berikutnya, mulai dari foto sampul hingga jumlah teks yang Anda tambahkan. Hadiah untuk orang tua atau kakek-nenek biasanya paling cocok berupa buku foto hardcover yang tahan dipegang dan berpindah tangan selama bertahun-tahun.
Langkah 3: Pilih foto Anda (lebih sedikit dari yang Anda kira)
Perbedaan terbesar antara buku foto coffee table dan album adalah proses penyuntingannya. Anda memilih yang terbaik, bukan semuanya.
- Berapa banyak: rencanakan satu hingga tiga foto per halaman. Untuk buku 40 halaman, itu kira-kira 60 hingga 120 foto.
- Padukan jenis foto: pemandangan luas untuk membangun suasana, detail close-up (menu, tangan, pintu), dan beberapa foto orang.
- Buang foto yang nyaris kembar: jika Anda punya lima foto matahari terbenam yang sama, simpan satu saja.
- Gunakan file asli: foto yang disimpan dari aplikasi pesan atau media sosial biasanya terkompresi dan bisa tercetak buram pada ukuran besar. Gunakan file asli dari ponsel atau kamera Anda.
- Pilih sampul sejak awal: pilih satu foto yang paling menceritakan kisah Anda. Itulah gambar yang akan dilihat orang setiap hari.
Butuh titik awal? Daftar 20 ide photo book kami mencakup foto apa yang bisa dipakai untuk setiap jenis buku.
Langkah 4: Pilih ukuran dan bentuk
Buku coffee table memang berukuran besar karena suatu alasan: foto besar tampak mengesankan di atas meja dan mengajak orang untuk mengambilnya.
- Lanskap: terbaik untuk perjalanan, pemandangan, dan foto lebar. Cocok untuk meja kopi yang panjang.
- Persegi: paling fleksibel. Cocok untuk campuran foto potret dan lanskap, serta tampak modern.
- Potret: terasa seperti majalah. Cocok untuk foto orang, fesyen, dan arsitektur.
Sebagai patokan, pilih ukuran terbesar dalam rentang yang Anda pertimbangkan, lalu pilih bentuk yang paling sesuai dengan sebagian besar foto Anda. Bandingkan ukuran yang tersedia untuk setiap gaya di halaman photo book kami.
Langkah 5: Pilih penjilidan dan kertas
Di sinilah buku coffee table menjadi berhasil atau tidak, dan bagian ini sering dilewatkan oleh kebanyakan panduan. Jenis penjilidan menentukan apakah foto Anda bisa membentang di dua halaman. Kertas menentukan seberapa kaya warna terlihat dan bagaimana halaman terasa di tangan Anda.
- Softcover: ringan dan sangat terjangkau, dicetak di Fine Coated Paper 150gsm, 24 hingga 300 halaman. Lebih cocok untuk album sehari-hari daripada untuk dipajang.
- Hardcover standar: sampul tahan lama dengan Fine Coated Paper 150gsm yang sama, dengan jumlah halaman terbanyak. Pilihan andal untuk buku dengan banyak foto.
- Layflat: terbuka benar-benar rata (180°), sehingga satu foto bisa membentang di dua halaman tanpa ada bagian yang hilang di punggung buku. Dicetak di Felix Schoeller E-Photo Lustre 190gsm, 8 hingga 140 halaman. Pilihan klasik untuk buku coffee table.
- Flush mount: halaman tebal dan kaku yang dipasang pada papan, tetap bisa terbuka rata, dicetak di Felix Schoeller E-Photo Matte 190gsm. Kesan paling premium, ideal untuk pernikahan dan perjalanan sekali seumur hidup.
- Sampul debossed dan deluxe: sampul bertekstur dengan judul yang ditekan timbul ke dalam, untuk buku yang tampak seperti koleksi toko desain.
Kertas Lustre memiliki kilau lembut yang membuat warna tampak hidup, sedangkan kertas Matte bebas silau, cocok untuk foto hitam putih dan foto bernuansa dramatis. Untuk sebagian besar buku coffee table, photo book layflat adalah pilihan yang paling seimbang antara tampilan, kesan saat dipegang, dan nilainya.
![]() Layflat |
![]() Flush mount |
Langkah 6: Desain halaman
Buku meja kopi yang bagus terlihat tenang. Begini caranya:
- Berikan satu foto seluruh spread setiap beberapa halaman. Halaman besar yang sederhana membuat orang berhenti sejenak.
- Sisakan ruang kosong. Satu foto dengan bingkai putih lebar sering terlihat lebih mewah daripada halaman yang penuh enam foto.
- Pasangkan foto yang saling melengkapi: pemandangan jalan yang luas di samping foto close-up cangkir kopi dari kafe yang sama.
- Jaga tata letak tetap konsisten: gunakan dua atau tiga tata letak halaman dan satu atau dua jenis font.
- Perhatikan bagian tengah: pada buku non-layflat, jauhkan wajah dan detail penting dari lipatan tengah.
- Susun urutannya seperti film: mulai dengan gambar pembuka, naikkan ke foto-foto terbaik di bagian tengah, lalu akhiri dengan gambar yang tenang dan penuh perenungan.
Anda bisa mendesain buku halaman demi halaman di editor online kami, mulai dari Desain buku foto yang Anda suka.
Langkah 7: Tambahkan beberapa kata
Buku meja kopi membutuhkan teks lebih sedikit dari perkiraan Anda, tetapi beberapa kata membuatnya terasa lengkap:
- Judul di sampul dan punggung buku. Butuh inspirasi? Coba 100+ ide judul album foto kami.
- Halaman pembuka dengan satu atau dua kalimat: di mana, kapan, dan mengapa.
- Keterangan singkat jika tempat atau nama memberi makna tambahan. Lewati keterangan yang hanya menjelaskan isi foto.
- Halaman penutup dengan tanggal, kutipan, atau catatan singkat jika buku ini untuk hadiah.
Buat teks tetap kecil dan di posisi yang sama pada setiap halaman agar tidak bersaing dengan foto Anda.
Langkah 8: Periksa semuanya dan pesan
- Bacalah setiap keterangan foto dengan suara keras untuk menemukan salah ketik.
- Lihat setiap foto dalam ukuran penuh untuk memastikan cukup tajam.
- Pastikan tidak ada yang penting di dekat tepi halaman, karena bisa terpotong.
- Minta orang lain melihat-lihatnya di layar. Mata yang segar bisa menemukan hal yang tidak lagi Anda sadari.
- Jika buku ini untuk hadiah, sisakan banyak waktu untuk pencetakan dan pengiriman sebelum hari H.
Kalau sudah puas, saatnya membuat buku foto meja kopi Anda.
Ide buku foto meja kopi untuk memulai
- Perjalanan seumur hidup: satu tujuan, diceritakan dari kedatangan hingga matahari terbenam terakhir.
- Setahun di rumah: jendela, taman, atau jalan yang sama, difoto setiap bulan.
- Pernikahan kami, bergaya majalah: lebih sedikit foto berpose bersama, lebih banyak detail dan momen spontan.
- Meja makan keluarga: foto hidangan dan resep keluarga dalam catatan tulisan tangan.
- Empat kaki: momen terbaik (dan terlucu) hewan peliharaan Anda.
- Renovasi rumah: sebelum, selama, dan sesudah, ruangan demi ruangan.
- Kisah kakek dan nenek: foto-foto lama hasil pindaian bersanding dengan foto baru dari tempat yang sama.
Apa pun kisah yang Anda pilih, halaman layflat membuat foto-foto terbaik Anda terbentang penuh di seluruh halaman.
Kesalahan umum yang perlu dihindari
- Terlalu banyak foto: buku yang terlalu penuh terlihat seperti album, bukan coffee table book.
- Tidak ada alur cerita yang jelas: foto-foto “terbaik” yang dipilih acak sulit diikuti para tamu.
- File beresolusi rendah: tangkapan layar dan foto dari aplikasi pesan sering tercetak kurang tajam pada ukuran besar.
- Format terlalu kecil: buku kecil mudah tenggelam di meja yang besar.
- Latar belakang dan font yang ramai: biarkan fotonya yang berbicara.
- Terlalu mepet waktunya: menyeleksi foto dengan terburu-buru adalah cara tercepat menghasilkan buku yang kurang membanggakan.
Belum yakin harus memilih gaya yang mana? Panduan kami tentang cara memilih photo book yang tepat membandingkan setiap pilihan secara berdampingan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa biaya membuat coffee table book?
Tergantung pada ukuran, jumlah halaman, dan jenis jilidnya. Buku softcover dan hardcover standar paling terjangkau, sedangkan buku layflat dan flush mount lebih mahal karena kertas fotonya lebih tebal dan halamannya bisa terbuka rata. Anda dapat melihat harga terbaru setiap gaya di halaman photo book kami.
Berapa ukuran ideal untuk coffee table book?
Cukup besar untuk memberi kesan di atas meja: pilih ukuran terbesar dari rangkaian yang Anda pilih. Landscape cocok untuk foto perjalanan dan pemandangan, persegi cocok untuk campuran foto, dan portrait cocok untuk foto orang dan arsitektur.
Jenis kertas apa yang terbaik untuk coffee table book?
Kertas foto tebal memberi kesan paling premium, baik dari tampilan maupun sentuhan. Kertas Lustre memberi warna kilau lembut, sedangkan kertas matte tidak menimbulkan silau dan cocok untuk foto hitam putih. Halaman layflat atau flush mount juga memungkinkan foto membentang di kedua halaman tanpa lipatan di tengah.
Apa yang membuat sebuah buku disebut coffee table book?
Formatnya besar, bertema visual yang kuat, dengan foto-foto besar dan sedikit teks. Buku ini dirancang untuk dipajang dan dibuka-buka dengan santai, bukan dibaca dari awal sampai akhir.
Bisakah saya membuat coffee table book dari foto saya sendiri?
Bisa. Pilih gaya photo book, unggah foto Anda, lalu desain halamannya di editor online. Pilih ukuran besar dengan jilid layflat atau hardcover untuk tampilan coffee table book yang klasik.
Siap membuat photo book Anda?
Pilih kisah Anda, pilih foto-foto terbaik, dan beri foto-foto itu ruang yang layak. Mulailah dengan photo book layflat untuk halaman yang terbentang penuh hingga ke tepi, atau lihat semua gaya photo book untuk menemukan yang paling cocok dengan kisah Anda.
Baru mengenal photo book? Ikuti panduan langkah demi langkah membuat photobook kami.





